Posts Tagged ‘Nasehat’

Berawal dari fenomena keprihatinan situasi di negara-negara Islam akhir-akhir ini banyak termuat di media massa baik di elektronik, maupun surat kabar. Dari berbagai peristiwa itu, mengakibatkan keadaan kaum muslimin di seluruh dunia semakin lama kian melemah keadaannya. Bersamaan dengan waktu, kebodohan semakin merajalela. Agama pun hanya menjadi ritual di masjid saja. Api keributan antar sesama semakin lama semakin bertambah membara, hingga pada akhirnya para musuh yang dahulu takut kepada kaum muslimin, kini mereka semakin berani terhadap umat Islam.

Suatu hal yang sudah diketahui oleh kebanyakan kaum muslimin, demikian juga oleh sebagian besar non muslim, bahwa umat dan daulah Islam terdahulu adalah bangsa yang paling kuat dan mulia di belahan dunia, sekalipun mereka adalah penduduk minoritas di atas muka bumi ini. Hal ini berlangsung selama bertahun-tahun dalam waktu yang panjang, tanpa ada seorangpun yang menentang tentang hal ini. Adapun sekarang! Telah berubah menjadi negara-negara Islam yang kecil dan lemah, meski penduduknya mayoritas di atas muka bumi.

Apa yang Telah Terjadi? Mengapa Bisa Demikian?

Pertanyaan ini selalu berputar-putar dalam benak kaum muslimin. Dan setiap kelompok atau golongan mencoba untuk menjawab pertanyaan ini dengan caranya masing-masing, mencarikan jalan keluar untuk mengembalikan kejayaan dan kemuliaan kaum muslimin seperti dahulu, akan tetapi kebanyakan dari mereka tidak memahami faktor utama penyebab kelemahan, keterbelakangan, serta takluknya kaum muslimin di hadapan negara-negara barat. Mereka pun merancang program untuk memecahkan masalah ini kemudian berjalan di atasnya, dengan dugaan kejayaan kemuliaan dan kekuasaan kaum muslimin di abad-abad pertama akan terwujud dengan langkah yang mereka tetapkan.

Akan tetapi hal yang sebenarnya, mereka telah salah jalan, walaupun sebagian besar dari mereka melakukannya dengan ikhlas untuk memperbaiki keadaan kaum muslimin dalam mengembalikan kejayaan dan kemuliaan kaum muslimin seperti dahulu. Sebagian dari mereka menyangka bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah solusi pemecahannya.

Untuk menuju hal itu maka kaum muslimin harus mengumpulkan peralatan-peralatan  canggih dan modern, pemuda-pemuda Islam harus meraih ijasah setinggi-tingginya. Maka setelah semua hal itu tercapai, kita akan menang dan orang-orang kafir-pun akan tunduk dan kita akan kembali jaya seperti sedia kala.

Hal ini bertentangan dengan apa yang di firmankan Allah subhanahu wa ta’ala :

“Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Alloh, bagi Rosul-Nya dan bagi orang-orang mukmin” (QS: Al-Munafiqun: 8) (lebih…)

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,

Di antara tanda kebahagiaan dan keberuntungan, tatkala ilmu seorang hamba bertambah, bertambah pulalah sikap tawadhu’ (rendah hati) dan kasih sayang yang dimilikinya; setiap kali bertambah amalnya, bertambah pula rasa takut dan waspada di dalam dirinya[1]; tatkala bertambah umurnya, berkuranglah ketamakannya terhadap dunia; tiap kali hartanya bertambah, kedermawanannya pun bertambah; setiap kali kedudukan dan martabatnya bertambah tinggi, maka bertambah pula kedekatannya dengan manusia, dirinya akan semakin memperhatikan kebutuhan mereka, dan merendahkan diri di hadapan mereka.

Di antara tanda kebinasaan seorang, tatkala ilmunya bertambah, bertambah pula kesombongan dan keangkuhannya; tiap kali amalnya bertambah, bertambahlah ‘ujub (bangga diri) dalam dirinya, semakin meremehkan orang lain, dan justru memandang baik dirinya; tatkala umurnya bertambah, ketamakannya terhadap dunia justru semakin bertambah; tiap kali hartanya bertambah, bertambah pula sifat kikir yang dimiliki; setiap kali kedudukan dan martabatnya bertambah, bertambah pula keangkuhan dan kecongkakannya. (lebih…)

Saudaraku .. Kembalilah!!

Posted: Juni 21, 2010 in Nasehat
Tag:,

Saudaraku ..

Tulisan ini kutujukan kepadamu, ya .. kepadamu yang mengharapkan Ridho Allah dan kenikmatan yang kekal di sisiNya, serta takut kepada siksa dan azab yang Allah Ta’ala siapkan untuk orang-orang yang bermaksiat dan kafir.

Kepadamu saudaraku, yang pernah merasakan manisnya keimanan dan nikmatnya berjalan di atas jalan yang lurus serta indahnya mendekatkan diri kepada Allah.

Kepadamu saudaraku, yang dulu bersemangat dan berpacu menuntut ilmu serta mengajak kepada kebaikan.

Kepadamu saudaraku yang dulu sering kulihat berzikir, membaca dan menghapalkan Al Qur’an.

Apa yang terjadi pada dirimu? Kenapa engkau kini mulai menjauh dari teman-temanmu yang rajin sholat berjama’ah, cinta kepada ilmu agama, gemar mempelajari Al Qur’an dan Hadits serta membaca buku-buku yang bermanfaat?

Kenapa aku melihat semangatmu memudar, penampilanmu juga berobah ..tidak lagi seperti dulu yang berusaha mengikuti sunnah-sunnah Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama? (lebih…)

SUDAH SALAFYKAH AKHLAKMU??!!

Posted: Juni 21, 2010 in Nasehat
Tag:, ,

SUDAH SALAFYKAH AKHLAKMU??!!

Saudaraku, mungkin engkau balik bertanya kepadaku, kenapa hal itu engkau tanyakan?! Tidakkah engkau melihatku memelihara jenggot dan memendekkan ujung celanaku di atas mata kaki? Tidakkah engkau tahu bahwa aku rajin mengaji, duduk di majelis ilmu mendengarkan Kitabullah dan Hadits Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama yang disyarahkan oleh ustadz-ustadz ?

Sabar saudaraku, tenanglah aku tidak meragukan semua yang engkau katakan. Engkau tidak pernah absen menghadiri majelis ilmu, penampilanmu juga menunjukkan bahwa engkau berusaha untuk meneladani generasi salafus sholeh.

Tapi, tahukah engkau saudaraku .. (Ahlus Sunnah sejati adalah orang yang menjalankan islam dengan sempurna baik akidah maupun akhlak. Tidak tepat, jika ada yang mengira bahwasa seorang sunny atau salafy adalah orang meyakini I’tiqod Ahlus Sunnah tanpa memperhatikan aspek perilaku dan adab-adab islamiyah, serta tidak  menunaikan hak-hak sesama kaum muslimin.)[1]. (lebih…)

Pertama: Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Ilmu itu lebih baik daripada harta, ilmu akan menjagamu sedangkan kamulah yang akan menjaga harta. Ilmu itu hakim (yang memutuskan berbagai perkara) sedangkan harta adalah yang dihakimi. Telah mati para penyimpan harta dan tersisalah para pemilik ilmu, walaupun diri-diri mereka telah tiada akan tetapi pribadi-pribadi mereka tetap ada pada hati-hati manusia.” (Adabud Dunyaa wad Diin, karya Al-Imam Abul Hasan Al-Mawardiy, hal.48)

Kedua: Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bahwasanya beliau apabila melihat para pemuda giat mencari ilmu, beliau berkata: “Selamat datang wahai sumber-sumber hikmah dan para penerang kegelapan. Walaupun kalian telah usang pakaiannya akan tetapi hati-hati kalian tetap baru. Kalian tinggal di rumah-rumah (untuk mempelajari ilmu), kalian adalah kebanggaan setiap kabilah.” (Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlih, karya Al-Imam Ibnu ‘Abdil Barr, 1/52)
Yakni bahwasanya sifat mereka secara umum adalah sibuk dengan mencari ilmu dan tinggal di rumah dalam rangka untuk mudzaakarah (mengulang pelajaran yang telah didapatkan) dan mempelajarinya. Semuanya ini menyibukkan mereka dari memperhatikan berbagai macam pakaian dan kemewahan dunia secara umum demikian juga hal-hal yang tidak bermanfaat atau yang kurang manfaatnya dan hanya membuang waktu belaka seperti berputar-putar di jalan-jalan (mengadakan perjalanan yang kurang bermanfaat atau sekedar jalan-jalan tanpa tujuan yang jelas) sebagaimana yang biasa dilakukan oleh selain mereka dari kalangan para pemuda.
(lebih…)

siksa kubur

siksa kubur

(lebih…)