SUMBER-SUMBER AKIDAH YANG BENAR DAN MANHAJ SALAF DALAM MENGAMBIL AQIDAH

Posted: April 2, 2015 in Kitab Tauhid
Tag:, , , , ,

kitab-tauhid-1( PASAL 2 )
SUMBER-SUMBER AKIDAH YANG BENAR
DAN MANHAJ SALAF DALAM MENGAMBIL AQIDAH

  Akidah adalah tauqifiyah. Artinya, tidak bisa ditetapkan kecuali dengan dalil syar’i, tidak ada medan ijtihad dan berpendapat di dalamnya terbatas kepada apa yang ada di dalam Al-Qur’an dan as-Sunnah. Sebab tidak seorang pun yang lebih mengetahui tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala, tentang apa-apa yang wajib bagiNya dan apa yang harus disucikan dariNya melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri. Dan tidak seorang pun sesudah Allah yang lebih mengetahui tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala selain Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam. Oleh karena itu manhaj as-Salaf ash-Shalih dan para pengikutnya dalam mengambil akidah, terbatas pada Al-Qur’an dan as-Sunnah.

Maka segala yang ditunjukkan oleh Al-Qur’an dan as-Sunnah tentang hak Allah Subhanahu wa Ta’ala, mereka mengimani, meyakini dan mengamalkannya. Sedangkan apa yang tidak ditunjukan oleh Al-Qur’an dan as-Sunnah, mereka menolak dan menafikannya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena itu, tidak ada pertentangan di antara mereka di dalam i’tiqad. Bahkan akidah mereka adalah satu dan jamaah mereka juga satu. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala,sudah menjamin orang yang berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan Sunnah RasulNya dengan kesatuan kata, kebenaran akidah dan kesatuan manhaj. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,…” (Ali Imran: 103)

فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلا يَضِلُّ وَلا يَشْقَى

“Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka”. (Thaha: 123)

  Karena itulah mereka dinamakan firqah najiyah (golongan yang selamat). Sebab Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam telah bersaksi bahwa merekalah yang selamat ketika memberitahukan bahwa umat ini akan terpecah menjadi 78 golongan yang kesemuanya di neraka, kecuali satu golongan. Ketika ditanya tentang yang satu itu, beliau shallallahu’alaihi wassalam menjawab,

هُمْ مَنْ كَانَ عَلَ مِثْلِ مَا أَنَاعَليهِِ اليَوْمَ وَ أَصْحَاب
“Mereka adalah orang yang berada di atas ajaran yang sama dengan ajaranku pada hari ini, dan para sahabatku.” (HR. Ahmad)

Kebenaran sabda baginda Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam tersebut telah terbukti ketika sebagian manusia membangun akidahnya di atas landasan selain Al-Qur’an dan as-Sunnah, yaitu di atas landasan ilmu kalam dan kaidah-kaidah mantiq yang diwarisi dari filsafat Yunani dan Romawi. Maka terjadilah penyimpangan dan perpecahan dalam akidah yang mengakibatkan pecahnya umat dan retaknya masyarakat Islam.


Referensi :
Kitab Tauhid “At-Tauhid Lish Shaffil Awwal Al-’Ali
Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah al-Fauzan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s