SAMAKAH ORANG YANG MENGETAHUI DENGAN YANG TIDAK MENGETAHUI

Posted: April 14, 2011 in aqidah, at-tauhid, Buletin Al-'Inayah, Buletin Nida'ul Jannah, Nasehat, penyimpangan, Tazkiyatun nufus
Tag:, ,

“Siapa yang Allah kehendaki menjadi baik maka Allah akan memberikannya pemahaman terhadap Agama.”

(Shahih ibnu majah)

 

Pentingnya ilmu agama

Sangat sedikit sekali kaum muslimin yang mau mendalami dan mempelajari agamanya, padahal di zaman sekarang sangatlah mudah untuk mempelajarinya, sudah banyak tersebar buku-buku agama, kajian-kajian di masjid-masjid, bahkan sekarang sudah ada fasilitas internet yang sangat membantu kita untuk mencari semua itu. Tapi masih banyak sekali kaum muslimin yang belum tergerak hatinya untuk mempelajari agamanya.

Masyarakat kaum muslimin lebih mengutamakan ilmu dunianya dari pada ilmu akhiratnya. Kita melihat banyak kaum muslimin yang berusaha memasukkan anak-anaknya ke lembaga bimbingan belajar untuk belajar bahasa inggris, matematika, atau pelajaran umum lainnya, tetapi amat sangat sedikit para orang tua yang memasukkan anak-anaknya ke madrasah/pondok/lembaga-lembaga yang mempelajari ilmu agama.

Mempelajari ilmu agama adalah kewajiban bagi setiap mukmin sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam, ”Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim.” (Shahihul Jami’ 3913)

Bukan suatu yang dilarang untuk belajar ilmu dunia, bahkan itu sangat dianjurkan agar kaum muslimin semakin maju di bidang teknologi, akan tetapi jika kita hanya mengejar ilmu dunia tanpa mempelajari ilmu agama maka amat sangat meruginya kita, padahal ilmu yang bisa menghantarkan kita ke surga dan yang bisa menjauhkan kita dari api neraka adalah ilmu agama.

Bahaya mempelajari ilmu dunia tanpa mempelajari ilmu agama

Sudah banyak kita saksikan para intelektual yang terjerumus oleh ilmunya sendiri. Seperti orang-orang yang duduk di pemerintahan, mereka bukanlah orang yang bodoh dalam ilmu dunia akan tetapi ilmu yang telah mereka pelajari mereka salahgunakan untuk mendapatkan keuntungan dunia.

Sudah sangat banyak kita mendengar dan melihat kasus korupsi, baik di pemerintahan tingkat atas sampai ke pemerintahan tingkat bawah. Kenapa mereka bisa berbuat seperti itu ? Ya…. itu salah satu contoh bahaya orang yang sibuk mempelajari ilmu dunia tetapi enggan untuk berusaha mempelajari dan mendalami ilmu agama ilmu agama. Mereka pandai dalam ilmu dunia tetapi bodoh dalam ilmu agama. Padahal ilmu agamalah yang bisa mencegah dan membatasi seseorang dari perbuatan dosa dan maksiat.

Keutamaan mempelajari ilmu agama

Keutamaan orang yang mempelajari ilmu agama sangatlah banyak diantaranya :

1.      Allah akan mengangkat derajat orang yang berilmu

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman : “…Allah akan meninggikan beberapa derajat orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Al mujadalah 11)

2.      Ilmu adalah warisan para nabi

Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam bersabda : “Ilmu adalah warisan para nabi, para nabi tidaklah             mewariskan emas ataupun dirham, akan tetapi mewariskan ilmu, barang siapa yang mengambilnya maka telah mengambil bagian yang banyak”. (Shahihul Jami Al Albani : 6297)

3.      Allah menginginkan kebaikan bagi seorang yang berilmu

Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam bersabda :  “Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan niscaya akan dipahamkan tentang masalah agama”. (Shahihul Jam Al Albani’:6612)

4.      Ilmu adalah jalan menuju surga

Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam bersabda :  “Barang siapa yang menempuh satu jalan untuk menuntut ilmu  maka Allah akan mempermudah jalannya menuju surga”. (HR.Muslim)

5.      Ilmu memudahkan kita mengambil pelajaran di setiap peristiwa dan ujian

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman : “Katakanlah: ‘Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (Az-Zumar:9).

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman : “Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran.” (Ar-Ra’d:19).

Pelajarilah ilmu agama sebelum terlambat

Di akhir zaman, seperti zaman kita ini, sebelum datangnya hari kiamat akan ada hari-hari yang di dalamnya turun dan tersebar kejahilan yang disebabkan oleh malasnya manusia dan enggannya mereka dari menuntut ilmu agama, yaitu ilmu tentang Al-Qur’an dan Sunnah.

Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam telah bersabda :

“Sesungguhnya di depan hari kiamat ada hari-hari yang kejahilan diturunkan di dalamnya, dan ilmu diangkat.” [HR. Al-Bukhari (6654)]

Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam telah bersabda :

“Zaman akan saling mendekat, diangkatnya ilmu, munculnya berbagai fitnah (masalah), diletakkan kerakusan, dan banyaknya peperangan”. [HR. Al-Bukhari (989) dan Muslim (157)]

Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam juga telah bersabda :

“Sesungguhnya Allah tidak mengangkat ilmu dengan sekali mencabutnya dari manusia. Akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mematikan para ulama’ sehingga apabila Allah tidak menyisakan lagi seorang ulama’pun, maka manusia pun mengangkat pemimpin-pemimpin yang jahil. Mereka (para pemimpin tsb) ditanyai, lalu merekapun memberikan fatwa tanpa ilmu, Akhirnya mereka sesat dan menyesatkan (manusia)” .[HR.Bukhari dalam Kitab Al-Ilm (100), dan Muslim dalam Kitab Al-Ilm (2673)]

Saudaraku yang semoga di muliakan Allah,

Berita yang dikabarkan Rasulullah r telah kita lihat sendiri. Di akhir zaman ini sangat banyak fitnah dan maksiat yang betebaran dimana-mana, banyaknya orang-orang yang rakus akan harta benda dunia, serta banyaknya peperangan dimuka bumi ini. Begitu juga para ulama kita yang semakin lama semakin berkurang, hingga nanti yang tersisa hanyalah orang yang bodoh, yakni para da’i-da’i yang tidak mempunyai ilmu agama tetapi berbicara masalah agama.

Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam pernah ditanya oleh seseorang : “……Wahai Rasulullah, sebelumnya kita berada di zaman Jahiliah dan keburukan, kemudian Allah mendatangkan kebaikan ini. Apakah setelah ini ada keburukan? Beliau bersabda: ‘Ada’. Aku bertanya: Apakah setelah keburukan itu akan datang kebaikan? Beliau bersabda: “Ya, akan tetapi di dalamnya ada dakhanun”. Aku bertanya: Apakah dakhanun itu? Beliau menjawab: “Suatu kaum yang mensunnahkan selain sunnahku dan memberi petunjuk dengan selain petunjukku. Jika engkau menemui mereka maka ingkarilah”. Aku bertanya: Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan? Beliau bersabda: “YA”, DAI-DAI YANG MENGAJAK KE PINTU JAHANAM. Barang siapa yang mengijabahinya, maka akan dilemparkan ke dalamnya. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, berikan ciri-ciri mereka kepadaku. Beliau bersabda: “Mereka mempunyai kulit seperti kita dan berbahasa dengan bahasa kita”. Aku bertanya: Apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemuinya? Beliau bersabda: “Berpegang teguhlah pada Jama’ah Muslimin dan imamnya”. Aku bertanya: “Bagaimana jika tidak ada jama’ah maupun imamnya?” Beliau bersabda: “Hindarilah semua firqah (golongan) itu, walaupun dengan menggigit pokok pohon hingga maut menjemputmu sedangkan engkau dalam keadaan seperti itu.” (HR. Bukhari, Muslim, Baghawi, Ibnu Majah, Hakim, Abu Dawud, Ahmad)

Lihatlah wahai saudaraku, diakhir zaman ini akan banyak tersebar da’i-da’i yang menyeru ke dalam pintu jahanam, kata Rasulullah mereka mempunyai kulit seperti kita dan berbahasa dengan bahasa kita artinya mereka adalah sama-sama kaum muslimin dan bahasa yang di gunakan adalah bahasa Al-Qur’an tetapi mereka menyampaikan ayat-ayat Al-Qur’an tanpa ilmu.

Akhir kata, penulis mengajak pada pembaca semuanya, mari kita pelajari agama Islam ini dengan sebaik-baiknya, dengan banyak membaca buku-buku yang bermanfaat dan juga sudah diteliti keshahihannya, karena sekarang sangat banyak buku-buku yang menyimpang, dengan banyak menghadiri majlis ilmu, dan juga seringlah berkumpul dengan orang-orang yang sholeh lagi berilmu.

Semoga tulisan yang sedikit ini bermanfaat bagi kita semua dan menjadi amal yang bermanfaat bagi penulis di akhirat kelak.  Aamin…

[Adi Abdussalam]

Buletin Jum’at Masjid Al-Inayah Edisi 9

Komentar
  1. […] kredit to : https://nidauljannah.wordpress.com/2011/04/14/samakah-orang-yang-mengetahui-dengan-yang-tidak-mengeta… […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s