SEPULUH HAL YANG TIDAK BERMANFAAT

Posted: Juni 8, 2010 in Tak Berkategori

Ada sepuluh hal yang dimiliki seseorang, namun akan tidak bermanfaat bila pemiliknya tidak menjaganya

– Ilmu yang tidak diamalkan.

– Amalan yang tidak ikhlas dan tidak ada contohnya.

– Harta yang tidak diinfakkan, tidak dinikmati didunia, tidak juga disimpan untuk kehidupan akhirat.

– Hati yang kosong dari cinta dan rindu kepada Allah.

– Tubuh yang tidak digunakan untuk taat kepada Allah, mengabdi kepada-Nya, serta mencintai-Nya.

– Mencintai Allah, namun tidak berpegang kepada keridhaan Allah dan mengikuti perintah-Nya.

– Waktu yang tidak diisi untuk memperbaiki hal yang terlewatkan darinya, serta tidak berbuat kebaikan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

– Pikiran yang digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

– Membantu orang yang tidak mendekatkan diri kita kepada Allah namun juga tidak mendatangkan kebaikan untuk dunia.

– Takut serta mengharap kepada orang yang ubun-ubunnya berada dalam genggaman Allah. Dia adalah tawanan yang dikuasai oleh Allah, tidak bisa menghindarkan hal-hal yang membahayakan dari dirinya serta tidak bisa mendatangkan manfaat untuk dirinya, tidak dapat menghidupkan dan mematikan dirinya serta tidak dapat membangkitkan dirinya.

Perkara sia-sia yang paling besar dan pokok diantara hal-hal tersebut ialah menyia-nyiakan waktu dan menyia-nyiakan hati. Menyia-nyiakan hati ialah dengan mementingkan kehidupan dunia dari pada akhirat. Sedangkan menyia-nyiakan waktu ialah dengan memanjangkan angan-angan. Akhirnya, berkumpullah semua kerusakan dengan mengikuti hawa nafsu dan selalu berangan-angan. Padahal yang paling baik ialah dengan mengikuti petunjuk Allah serta menyiapkan bekal untuk perjumpaan dengan Allah. Hanya kepada Allah tempat meminta pertolongan.

Sungguh sangat mengherankan, orang-orang yang memiliki kebutuhan (dunia), kemudian dia mengharapkan dari Allah, namun dia tidak meminta kepada Allah untuk menghidupkan hatinya dari penyakit jahiliyah serta tetap berkecimpung dalam penyakit syubhat dan syahwat, bahkan dia tidak meminta untuk dihidupkan kembali hatinya yang telah mati (sudah tidak merasa berdosa lagi ketika bermaksiat kepada Allah).  Wallahu a’lam.


Diambil dari kitab Al-Fawa’id karya ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah

Komentar
  1. fitri lestari daidouji mengatakan:

    bagus tapi bagaimana caranya mengkopi ke fb atau bagikn? trims………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s