DIALOG ANTARA MATA DAN HATI

Posted: Juni 8, 2010 in Tak Berkategori

Ketika mata menyelidiki sedangkan hati bangkit dan mencari-cari, disitulah memandang menjadi suatu kenikmatan. Bagi mata, ini merupakan kenikmatan yang mengalahkannya. Keduanya adalah rekan didalam hawa nafsu. Ketika berada dalam kondisi terdesak dan dimintai pertanggungjawaban, keduanya akan berhadapan kemudian saling menyalahkan dan mencela.

Hati berkata kepada mata, “ Engkaulah yang menjerumuskanku ke dalam jurang kebinasaan, serta menjerumuskanku ke dalam kerugian dengan sebab engkau mengumbar pandangan. Engkau telah mambawa matamu menjelajah ke taman itu, sekarang engkau mengharapkan kesembuhan dari sakit, padahal engkau menyelisihi perintah Allah.

Allah Subhanahu wa Ta ‘ala berfirman (yang artinya) :

“ Katakanlah kepada orang-orang laki-laki beriman agar mereka menundukan pandangan mereka serta menjaga kemaluan mereka. Hal itu lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dengan apa yang mereka kerjakan.” (An-Nur : 30)

Engkau juga menyelisihi sabda Nabi shallallaahu alaihi wa sallam

“ Memandang perempuan merupakan anak panah beracun dari anak panah-anak panah iblis. Barangsiapa yang meninggalkan sikap mengumbar pandangan karena takut kepada Allah, maka Allah akan memberi balasan baginya berupa kenikmatan mendapatkan kemanisan iman di dalam hati.” (HR.Ahmad)

Sementara sebagian cendikiawan berkata, “ Barang siapa yang mengumbar pandangannya, maka dia akan menjerumuskan dirinya sendiri kedalam mara bahaya. Barangsiapa yang memperbanyak memandang (yang diharamkan), maka dia akan terus menyesal, waktunya akan hilang darinya serta air mata pasti akan bercucuran darinya.”

Salah seorang penyair mengatakan,

Pandangan dari mata ke mata itulah

Yang menyebabkan menjadi jalan kebinasaan ke dalam hati

Mata selalu melawan hatinya

Sehingga di antara mereka ada yang berlunuran darah

dan kalah

Kemudian mata berkata, “ Engkaulah yang pertama dan yang terakhir kali menzalimiku. Aku mengakui dosaku yang terang-terangan maupun yang tersembunyi. Aku hanyalah utusan yang selalu mematuhimu karena engkaulah raja yang harus ditaati, sedangkan kami adalah tentara dan pengikutmu. Jika engkau menyuruhku untuk menutup pintuku serta menutupi dengan hijabku, sungguh aku akan mendengar perintahmu dan menaatinya.

Ketika engkau mengembala di tanah larangan, aku telah memasukinya. Dan ketika engkau mengutusku untuk berburu, sungguh aku sudah mamancangkan jerat-jerat dan jala-jalanya hingga engkau terjerat. Kemudian aku menjadi tawanan padahal sebelumnya aku menjadi pemimpin. Aku menjadi budak, setelah aku menjadi pemilik. Dengarlah sabda Nabi shallallaahu alaihi wa sallam

“ Sesungguhnya didalam hati terdapat segumpal darah, apabila dia baik, maka baik pulalah seluruh jasadnya, apabila dia rusak, maka rusaklah semua jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal darah itu adalah hati.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Sedangkan Abu Hurairah berkata, “ Hati adalah raja sedangkan semua anggota tubuh yang lain adalah tentaranya. Jika rajanya jelek, maka jeleklah tentaranya. Jika engkau terus mengamati, sungguh engkau akan tahu bahwa kerusakkan rakyatmu adalah karena sebab kerusakanmu, dan akan menjadi baik jika engkau baik. Namun, engkau telah membinasakan dirimu dan rakyatmu, kemudian engkau menyalahkan matamu yang lemah ini. Padahal pokok utama penyebab kerusakan adalah kerena engkau (hati) tidak mencintai Allah, tidak mencintai firman-Nya, tidak mencintai dzikir, dan tidak menyebut nama serta sifat-sifat-Nya. Engkau mencintai yang lain dan berpaling dari Allah, kemudian engkau ganti dengan cinta selain Allah dan engkau lebih mencintai hal itu daripada Allah.”

Dikutip dari kitab Raudhatul Muhibbin wa Nuzhatul Musytaqin

karya ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s