Kesalahan-Kesalahan Yang Sering Dilakukan Di Bulan Ramadhan (Bagian Kedua)

Posted: Agustus 26, 2009 in Buletin Nida'ul Jannah
Tag:, , , , , , , , , , , , , , ,

10. Bepergian agar punya alasan berbuka.
Sebagian orang melakukan perjalanan jauh pada bulan Ramadhan untuk tujuan yang tidak baik, dengan maksud agar bisa berbuka puasa dengan alasan musafir. Perjalanan semacam ini tidak dibenarkan dan ia tidak boleh berbuka karenanya. Sungguh tidak tersembunyi bagi Allah tipu daya orang-orang yang suka menipu. Mudah-mudahan Allah menjauhkan kita dari yang demikian.
11. Berbuka dengan sesuatu yang haram.
Seperti minuman yang memabukkan, rokok dan sejenisnya. Atau berbuka dengan sesuatu yang didapatkan dari yang haram. Orang yang makan atau minum dari sesuatu yang haram tak akan diterima amal perbuatannya dan tak mungkin pula do’anya dikabulkan.
Dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda Artinya :” Seorang laki-laki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat kedua tanganya ke langit tinggi-tinggi dan berdoa : Ya Rabbi, ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dagingnya tumbuh dari yang haram, maka bagaimana doanya bisa terkabulkan.?” [Shahih Muslim, kitab Zakat bab Qabulus Sadaqah 3/85-86].
12. Tergesa-gesa dalam shalat.
Sebagian imam-imam masjid dalam shalat tarawih amat tergesa-gesa dalam shalatnya. Mereka melakukan gerakan-gerakan dalam shalatnya dengan amat cepat, sehingga menghilangkan maksud shalat itu sendiri. Mereka dengan cepat membaca ayat-ayat suci Al- Qur’an, padahal semestinya ia membaca secara tartil. Mereka tidak thuma’ninah (tenang) ketika ruku’, sujud, bangun dari ruku’ dan ketika duduk antara dua sujud, ini adalah tidak boleh dan shalat menjadi tidak sempurna karenanya.
Seyogyanya setiap imam thuma’ninah ketika berdiri, duduk, ruku’, sujud, bangun dari ruku’ dan ketika duduk antara dua sujud. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda kepada orang yang tidak thuma’ninah dalam shalatnya, artinya: “Kembalilah, lalu shalatlah karena sesungguh-nya engkau belum shalat.” (Muttafaq Alaih).

Dan seburuk-buruk pencuri adalah orang yang mencuri shalatnya. Yakni ia tidak menyempurnakan ruku’, sujud dan bacaan dalam shalatnya.
Shalat adalah timbangan, barangsiapa menyempurnakan timbangannya maka akan disempurnakan untuknya. Sebaliknya, barangsiapa curang maka Nerakalah bagi orang-orang yang curang.

13. Wanita Keluar Rumah Memakai Parfum, Sehingga memungkinkan menggoda laki-Laki
Inilah kebiasaan yang menjadi fenomena umum di kalangan wanita. Keluar rumah dengan menggunakan parfum yang wanginya menjelajahi segala ruang. Hal yang menjadikan laki-laki lebih tergoda karena umpan wewangian yang manghampirinya.
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam amat keras memperingatkan masalah tersebut. Beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Perempuan manapun yang menggunakan parfum kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium wanginya maka dia seorang pezina” (HR Ahmad, 4/418; shahihul jam’: 105)
Dalam masalah ini, syariat Islam amat keras. Perempuan yang telah terlanjur memakai parfum jika hendak keluar rumah ia di wajibkan mandi terlebih dahulu seperti mandi jinabat, meskipun tujuan keluarnya ke masjid.
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Perempuan manapun yang memakai parfum kemudian keluar ke masjid (dengan tujuan) agar wanginya tercium orang lain maka shalatnya tidak diterima sehingga ia mandi sebagaimana mandi jinabat” (HR Ahmad2/444, shahihul jam’ :2073.)
Islam memberi batasan, parfum yang boleh digunakan adalah yang tidak semerbak wanginya, cukup untuk menghilangkan bau badan, boleh berdandan dan mamakai wewangian jika tujuannya berhias untuk suami.
Kita memohon kepada Allah, semoga Ia tidak murka kepada kita, semoga tidak menghukum orang-orang shalih baik laki-laki maupun perempuan dengan sebab dosa orang yang belum tahu dan semoga menunjuki kita semua ke jalan yang lurus.  (red)
14. Tidak Mengisi Ramadhan Dengan Al-Qur’an.
Banyak masyarakat yang memahami bahwa dibulan Ramadhan kita hanya dianjurkan untuk puasa di siang harinya dan sholat tarawih dimalam harinya. Kita menganggap sudah cukup jika sudah melakukan hal tersebut. Padahal dibulan Ramadhan sangat dianjurkan untuk banyak membaca Al-Qur’an dan mempelajarinya.
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam pada bulan Ramadhan di datangi malaikat Jibril untuk Tadarus (mempelajari) Al-Qur’an. Itu menunjukkan bahwa kita diperintahkan untuk banyak membaca dan mempelajarinya.
Ibnu Abbas RA berkata; “Nabi (Muhammad SAW) adalah orang yang paling dermawan diantara manusia. Kedermawanannya meningkat saat malaikat Jibril menemuinya setiap malam hingga berakhirnya bulan Ramadhan, lalu Nabi membacakan Al-Quran dihadapan Jibril. Pada saat itu kedermawanan Nabi melebihi angin yang berhembus.”

15. Tidak Memanfaatkan Waktu Yang Mustajab Untuk Berdo’a
Banyak masyarakat yang tidak memanfaatkan waktu yang mustajab untuk berdo’a yaitu ketika berbuka. Kebanyakan orang sibuk memilih makanan sehingga banyak yang menyia-nyiakan waktu mustajab tersebut.
Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : “Tiga orang yang tidak akan ditolak do’anya : orang yang puasa ketika berbuka, Imam yang adil dan do’anya orang yang didhalimi” (Hadits Riwayat Tirmidzi (2528), Ibnu Majah (1752), Ibnu Hibban (2407) ada jahalah Abu Mudillah.)
Dari Abdullah bin Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
(yang artinya) : “Sesungguhnya orang yang puasa ketika berbuka memiliki doa yang tidak akan ditolak” (Hadits Riwayat Ibnu Majah (1/557), Hakim (1/422), Ibnu Sunni (128), Thayalisi (299) dari dua jalan Al-Bushiri berkata : (2/81) ini sanad yang shahih, perawi-perawinya tsiqat.)
Do’a yang paling afdhal adalah do’a ma’tsur dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau jika berbuka mengucapkan “Dzahabad-dhoma’u wabtalatil ‘uruuqu watsabbatal ajru insya Allah” (yang artinya) : “Telah hilang dahaga dan telah basah uart-urat, dan telah ditetapkan pahala Insya Allah” (HR. Abu Dawud 2/306, begitu juga imam hadits yang lain.Dan lihat Shahihul Jami’ 4/209)
Do’a ini dibaca setelah kita berbuka. ketika akan berbuka cukup dengan berdo’a sebelum makan yaitu mengucapkan “Bismillah”
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Apabila seseorang di antara kamu memakan makanan, hendaklah membaca: “Bismillah”. (HR. Abu Dawud 3/347, At-Tirmidzi 4/288, dan lihat kitab Shahih At-Tirmidzi 2/167.)  (red)
16. Meninggalkan Sholat Tarawih Sebelum Imam Selesai.
Hendaknya kita menyempurnakan sholat tarawih berjamaah bersama imam untuk mengejar keutamaan shalat tarawih dan agar kita dicatat sebagai orang-orang yang mendirikan Qiyamu Ramadhan. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu alaihi wasallam : ”Artinya : Barang siapa yang mendirikan qiyamu Ramadhan bersama Imamnya sampai selesai, maka dicatat baginya pahala Qiyamu Ramadhan semalam penuh” ( Hadits Riwayat Ahlus Sunan)
Beliau juga bersabda yang Artinya : “ Barang siapa yang mendirikan Qiyamu Ramadhan dengan penuh keimanan dan berharap pahala Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
( Hadits Riwayat Imam Bukhori dan Imam Muslim).

Jika Jama’ah yang mengikuti sholat tarawih dan witir bersama imam ingin menambah sholat sendiri lagi. maka tidak usah sholat witir lagi. cukup sholat dua raka’at – dua raka’at.  (red)

17. Mengikuti Tradisi
Sudah menjadi tradisi dikalangan masyarakat pada awal – awal bulan Ramadhan banyak Jama’ah yang datang ke masjid sehingga masjid penuh, tetapi mulai pertengahan apalagi memasuki sepuluh terakhir Ramadhan, masjid – masjid kembali sepi. Banyak dikalangan masyarakat bersedih dan tidak suka ketika Ramadhan tiba, Ini bisa dilihat dari kebiasaan masyarakat ketika mendekati akhir Ramadhan. Banyak pasar-pasar, toko, mall, dan tempat-tempat lain yang mendadak ramai dan sebaliknya rumah – rumah Allah mulai ditinggalkan. Mereka bersuka ria ingin segera menyambut Idul Fitri. Sungguh ini sangat jauh dari yang disyari’atkan islam.
Dimasa para Sahabat, ketika mendekati akhir Ramadhan para Sahabat justru memperbanyak ibadah, mereka ber I’tikaf di masjid berusaha untuk memperoleh malam Lailatul Qadr. mereka juga cemas akan berpisah dengan Ramadhan dan berharap agar bisa dipertemukan kembali dengan Ramadhan yang akan datang. Itulah yang dicontohkan oleh para Sahabat. (red)
Kita memohon kepada Allah agar diberi petunjuk dan hidayah-Nya, agar kita dimasukkan ke dalam golongan  orang-orang yang bertaqwa.

Komentar
  1. jalandakwahbersama mengatakan:

    Assalamu’alaikum,
    Benar sekali, memang menyedihkan melihat masjid hanya ramai di minggu-minggu pertama Ramadhan, makin mendekati lebaran, makin menyusut yang tarawih di masjid.
    (Dewi Yana)

  2. nidauljannah mengatakan:

    Wa’alaikumsalam.
    ya itulah realita tradisi di masyarakat. semoga Allah selalu memberikan nikmat iman kepada kita, dan memberikan kekuatan Iman kepada kita untuk bisa menegakkan dakwah ini. untuk mengubah tradisi masyarakat yang cenderung jahiliyah menuju sunnah.

  3. Iklan Gratis mengatakan:

    ma kasih ya mbak .. posting-annya ..
    memberikan masukan sekaligus juga jadi koreksi diri ..

    Iklan Baris

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s